OTako Bontang buka kembali dengan lokasi baru di koperasi karyawan pkt.. Buka dari jam 5 sore sampai jam 10 malam ( selama persediaan masih ada :p) . Segera nikmati takoyaki OTako. Yuk Nako bareng..
Happy New Year 2012
Selamat Tahun Baru 2012. Semoga setiap resolusi untuk satu tahun ke depan bisa tercapai.
OTako mengucapkan terima kasih atas setiap kepercayaan yang diberikan pelanggan kepada produk kami, semoga ke depan OTako mampu menghadirkan produk yang lebih bermutu dan diminati warga indonesia khususnya warga bontang.
Sampai ketemu di pameran EXPO berikutnya.
Dan jangan lupa kunjungi terus outlet kami di sendawar . Jl. P Suryanata (eks. jl sendawar) No 12 Rt 11 Bontang Baru Bontang Kal-Tim 75311 . Info : 081227268400 .
OTako on EXPO PKT s/d 31 Desember 2011
Ayo buruan kunjungi stand OTako Takoyaki di Expo PKT s/d 31 Desember 2011 bertempat di Koperasi PKT. OTako bersama Maicih dan Ice Cream ‘Ceria’ siap melayani rasa penasaran kami. Sampai ketemu di Expo PKT . Ja Matta Ne
OTAKO on Bontang Expo 2011
Kawan-kawan bontang.. Otako hadir di bontang expo 2011 . lokasi stand bersama dengan jushita burger disekitar pintu keluar tenda indoor.. atau didepan stand ford.. bagi teman2 yang mau mencoba sensasi jepang rasa khatulistiwa bisa menghampiri stand kami .
atas perhatiaannya kami ucapkan arigatou sebanyak2nya..
C u on bontang expo 2011
Katsuobushi
Katsuobushi (鰹節?) adalah makanan awetan berbahan baku ikan cakalang (katsuo). Katsuobushi diserut menjadi seperti serutan kayu untuk diambil kaldunya yang merupakan bahan dasar masakan Jepang, ditaburkan di atas makanan sebagai penyedap rasa, atau dimakan begitu saja sebagai teman makan nasi.
Katsuobushi yang sudah diserut tipis, berwarna coklat muda hingga merah jambu sedikit bening umumnya dijual dalam kemasan plastik. Katsuobushi sebagai penyedap makanan biasanya ditaburkan di atas hiyayako (tahu dingin), okonomiyaki dan takoyaki. Katsuobushi yang sudah diserut disebut kezuribushi.
Pengawetan ikan cakalang menjadi katsuobushi umum dilakukan di beberapa negara seperti Jepang dan kepulauan Maladewa. Teknik pengawetan ikan menjadi katsuobushi sudah dikenal di Jepang sejak sebelum zaman Edo. Katsuobushi disebut juga ikan kayu karena ikan cakalang yang sudah diolah menjadi sangat keras seperti kayu, sehingga sebelum digunakan harus diserut dengan alat ketam.
Ikan dibelah menjadi 2 bagian untuk membuang bagian tulang, menyisakan bagian daging ikan berbentuk lengkungan seperti kapal yang disebut fushi (節?). Daging ikan kemudian diproses sehingga produk akhirnya disebut katsuobushi.
Pemrosesan terdiri dari berbagai tahap, sebutan untuk ikan cakalang yang hanya direbus dan dikeringkan adalah namaribushi. Tahap selanjutnya adalah memproses namaribushi dengan cara pengasapan atau pengapangan untuk menumbuhkan berjenis-jenis kapang di atas permukaannya. Produk akhir yang sering digunakan dalam masakan Jepang adalah katsuobushi yang mengalami pengapangan dan namaribushi.
Katsuobushi kaya dengan vitamin B kompleks dan banyak mengandung inosine dan unsur umami sehingga selalu digunakan di Jepang sebagai bumbu dapur atau penyedap. Dalam istilah orang Jepang, umami adalah rasa “lezat” yang merupakan rasa tambahan dari empat rasa utama yang umum: manis, asam, asin, dan pahit.
Katsuobushi hasil pengapangan disebut karebushi (枯節?) yang mengandung lebih banyak unsur umami dan vitamin B dibandingkan katsuobushi biasa.
Rumah Sushi, Tawarkan Sushi A La Indonesia dengan Harga Terjangkau
(Jakarta-Indonesia) Rumah Sushi, warung tenda di kawasan Blok M, Jakarta, tawarkan menu sushi a la Indonesia, dengan harga yang terjangkau.
“Seperti yang kita tahu, warga Indonesia menyukai makanan dengan rasa yang agak kuat dan gurih. Oleh karena itu, kami meng-Indonesia-kan sushi, agar dapat diterima oleh lidah warga Indonesia,” ujar salah seorang pemilik Rumah Sushi, Aditra Alfarizi.
Menurut Aditra, yang biasa disapa Ndhit, tamu yang datang ke Rumah Sushi akan disuguhkan berbagai menu sushi hasil kreasi sendiri, yang tidak akan diperoleh di restoran lain.
“Sushi selalu identik dengan kata mentah, atau amis, yang tidak disukai sebagian besar warga Indonesia,” ujar Ndhit. “Tapi disini, kami mengubah pola pikir tersebut, kami mengganti kata mentah menjadi fresh, dan sebagian sushi, kami olah dengan cara yang berbeda seperti rasa yang cukup pedas, dan penyajian yang hangat karena proses penggorengan atau pemanasan dengan kitchen torch.”
Lebih lanjut Ndhit mengungkapkan, salah satu menu yang menjadi andalan Rumah Sushi, yakni Tomodachi Roll, sushi roll dengan isi Kani Kama (baso ikan kotak berwarna merah-red) dan keju leleh, yang dibalur dengan tepung tempura, dan digoreng, serta ditambahkan mayonnaise diatasnya.
Selain itu, terdapat juga Salmon Flamming bagi mereka yang menyukai rasa tidak terlalu gurih, yakni salmon nigiri dengan original mayonnaise, togarashi (bubuk cabe), dan rumput laut (nori), yang dimasak dengan menggunakan kitchen torch.
“Tomodachi Roll merupakan sushi yang mewakili sushi fusion di Rumah Sushi, karena menggunakan mayonnaise, serta digoreng, yang tidak kita temukan pada sushi otentik,” ujar Ndhit.
Menurut Ndit, semua menu sushi fusion yang ditawarkan, merupakan hasil kreasi sendiri dari keempat pemiliknya, yakni Achmad Ariefin, Aditra Alfarizi, Riswan Helmy, dan Wisnu Suwarman, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Al-Azhar, Jakarta.
“Ini yang kami tonjolkan dari Rumah Sushi, resep kreasi kami ciptakan sendiri. Kadang di waktu libur kami bersama-sama wisata kuliner agar mendapatkan inspirasi untuk menciptakan menu baru,” ujar Ndhit.
Saat ditanya mengenai harga, Ndhit menyebutkan kisaran harga mulai dari Rp 7,000,- sampai Rp 69,000,- untuk seluruh menu di Rumah Sushi.
Namun, dengan harga terjangkau, bahan-bahan yang digunakan dalam hidangan terjamin kebersihan dan kualitasnya, seperti salmon yang dibeli dari supplier Norwegia, bahkan untuk mayonnaise dan beras diimpor dari Jepang.
“Sampai saat ini, segmen kami masih di kalangan mahasiswa dan para lulusan baru. Pemilihan segmen ini yang menentukan harga menu kami,” ujar Ndhit. “Konsep di luar ruangan pun kami pilih, untuk menyesuaikan dengan segmen pasar kami.”
Rumah Sushi yang beroperasi secara resmi pada Januari lalu, berlokasi di Jl. Adityawarman I, belakang Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, dengan kapasitas maksimum mencapai lebih dari 30 kursi, dan buka mulai pukul 17.00-23.00.
“Awalnya, Rumah Sushi berlokasi di daerah Menteng, Jakarta Pusat, namun karena adanya pengembangan manajemen, untuk sementara lokasinya dipindahkan ke daerah Blok M,” ujar Ndhit.
Rencananya, Rumah Sushi juga akan membuka cabang baru yang saat ini masih dirahasiakan lokasinya, dan dijadikan promosi tebak lokasi melalui twitter untuk mendapatkan potongan harga sebesar 15 persen.
Untuk informasi lebih lanjut dapat follow twitter Rumah Sushi di @RumahSushi atau Facebook Fanpage & Group: Rumah Sushi atau blog http://rumahsushi.wordpress.com/.
“Silakan datang dan nikmati sushi fusion a la Rumah Sushi, sambil berkumpul bersama teman atau orang tersayang,” ujar Ndhit. (Nova)
sumber : www.halojepang.com
Re Opening Otako Sendawar
Terhitung sejak 5 November 2011 OTAKO Bontang ” Back In Business ” . kepada YTH para #Takoers ( sebutan pencinta, penikmat bahkan pencicip Takoyaki OTako ) sudah saatnya anda merasakan sensasi negeri sakura kembali..
NANTIKAN PROMO ” SEPTEMBER CERIA OTAKO ” PERTENGAHAN BULAN SEPTEMBER 2011 ..
STAY UPDATE YA..
SALAM
Libur lebaran OTako
Kepada pelanggan yang terhormat..
Terhitung sejak hari ini tanggal 29 Agustus 2011 OTako Bontang Tutup sampai dengan tanggal 4 September 2011. teman2 Bontang sudah bisa menikmati Takoyaki lgi Insya الله tanggal 5 November 2011, senin malam. Ja Matta Ne..
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H. Semoga amal dan ibadah kita di ridhoi Allah SWT. آمِّينَ



